• header
  • header

Selamat Datang di Website Resmi SMK DIPONEGORO BANYUPUTIH | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK DIPONEGORO BANYUPUTIH

NPSN : 20350703

Jl. Lapangan 9a Banyuputih - Batang


info@smk-diponegoro-banyuputih.sch.id

TLP : 02854469501


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 50849
Pengunjung : 16258
Hari ini : 6
Hits hari ini : 15
Member Online : 0
IP : 54.234.255.29
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

TATA TETIB PROGRAM KEALIAN

TEKNIK KENDARAAN RINGAN

TATA TERTIB BENGKEL TEKNIK KENDARAAN RINGAN

 

Pasal 1

PRAKTEK TEKNIK KENDARAAN RINGAN

 

  1. Praktek berlangsung setiap satu minggu sekali sesuai dengan jadwal pemelajaran dimana tiap-tiap kelompok kerja terdiri atas siswa dalam satu kelas
  2. Jumlah hari praktek ditentukan berdasarkan jumlah waktu efektif praktek selama 1 semester dengan jumlah kelompok kerja
  3. Dalam tiap semester siswa wajib mengikuti program tersebut secara penuh dan diatur oleh sekolah bersama Program Keahlian

 

Pasal 2

WAKTU PELAKSANAAN PRAKTEK

 

  1. Praktek berlangsung pada hari Senin sampai dengan hari Sabtu
  2. Praktek bengkel pagi        :
    1. Praktek bengkel pagi dimulai pukul 07.00 TEPAT dan diakhiri pukul 12.40, kecuali hari jumat pada pukul 10.30 WIB
    2. Istirahat pagi dilaksanakan pada pukul 10.00 s/d 10.15 kecuali hari jumat tidak ada istirahat
    3. Selama jam istirahat, peserta diijinkan untuk melaksanakan praktek dengan ijin instruktur dan atau toolman
    4. Pembersihan bengkel (cleaning) :
  • Cleaning dilakukan 15 menit sebelum praktek berakhir untuk hari senin s/d sabtu dan dilaksanakan oleh semua siswa yang terlibat praktek
  • Siswa DILARANG meninggalkan bengkel sebelum bengkel dalam keadaan bersih,aman dan alat tertata rapi sebagaimana mestinya
  1. Setiap akhir praktek boleh dilakukan overlaping/jam tambahan dengan persetujuan instruktur dan toolman
  2. Praktek sore hari  :
    1. Praktek sore hari dimulai pukul 13.30 tepat dan diakhiri pukul 17.00 WIB
    2. Istirahat dilakukan pada pukul 15.30 s/d 15.45 untuk hari senin s/d sabtu
    3. Selama jam istirahat, siswa diijinkan untuk melanjutkan praktek dengan persetujuan/ijin instruktur atau toolman
    4. Pembersihan bengkel (cleaning) :
  • Cleaning dilakukan 15 menit sebelum praktek berakhir untuk hari senin s/d  sabtu dan dilaksanakan oleh semua siswa yang terlibat praktek
  • Siswa DILARANG meninggalkan bengkel sebelum bengkel dalam keadaan bersih, aman  dan alat tertata rapi sebagaimana mestinya
  1. Teori berlangsung di dalam bengkel dan atau diluar bengkel yang waktunya diatur sendiri oleh guru mata diklat/instruktur
  2. Jam-jam diluar ketentuan tersebut dapat dipergunakan untuk melunasi jam minus, melaksanakan kompensasi dan atau menabung jam plus untuk dikemudian hari diambil dengan persetujuan/perintah instruktur

   Pasal 3

SISTEM PRAKTEK TEKNIK KENDARAAN RINGAN

 

  1. Tahap I (kelas I) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi kejuruan kelas X      
  2. Tahap II (kelas 2 ) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi kejuruan kelas XI 
  3. Tahap III (kelas 3) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi kejuruan kelas XII  dan pesiapan Ujian Kompetensi  Nasional (ujian praktek) dan Ujian Nasional Kejuruan (teori kejuruan)
  4. Syarat-syarat untuk menempuh masing-masing tingkat adalah harus bebas tanggungan/tugas/remidi dari tingkat sebelumnya dan diatur dalam instruksi kerja masing-masing Program Keahlian

 

 

   Pasal 4

PAKAIAN PRAKTEK

  1. UMUM                       
    1. Setiap siswa yang datang ke bengkel dalam rangka urusan praktek maupun yang lain HARUS  berpakaian sopan dan rapi (berbaju seragam sekolah dan bersepatu)
    2. Siswa DILARANG berambut panjang dan atau berkuku panjang. Panjang rambut maksimal diatas kerah dan tidak menutupi mata dan tidak diwarna
    3. TEORI
      1. Selama mengikuti teori, siswa WAJIB berpakaian sopan dan rapi (seragam pada hari tersebut lengkap dengan atribut dan bersepatu )
      2. Selama mengikuti teori, siswa DILARANG memakai topi dan atribut yang bukan merupakan identitas sekolah
      3. PRAKTEK BENGKEL
        1. Setiap siswa HARUS  berpakaian seragam praktek yang warna dan modelnya sudah ditentukan, bersepatu tertutup dan atau pakaian yang dipersyaratkan dalam Instruksi Kerja
        2. Siswa HARUS menanggalkan segala atribut yang dapat membahayakan keselamatan selama praktek seperti gelang/kalung dan sejenisnya

 

   Pasal 5

PELAKSANAAN UJIAN

 

  1. Ujian adalah cara menilai tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang telah dipelajari sebelum beralih pada kompetensi yang lebih tinggi
  2. Semua siswa WAJIB mengikuti ujian sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
  3. Ujian dilaksanakan melalui 2 tahap         :
    1. Tahap I            : merupakan ujian akhir kompetensi yang dilaksanakan pada tiap akhir kompetensi/akhir pembelajaran yang mekanismenya ditentukan oleh guru mata diklat bersama kurikulum untuk menentukan kanaikan kelas/kenaikan tingkat
    2. Tahap II           : merupakan Ujian Akhir Nasional yang disebut juga Uji Kompetensi Produktif yang dilaksanakan secara Nasional bersama dengan pihak sekolah dan Dunia Usaha / Dunia Industri
    3. Tahap III          : Ujian Nasional Teori Kejuruan merupakan ujian akhir teori bersama mata diklat/mata pelajaran UNAS yang lain untuk menentukan kelulusan.
    4. Ujian Tahap I digunakan untuk menentukan kenaikan kelas dengan Kreteria Ketuntasan Minimal KKM = 70 dan Tahap II/III digunakan untuk menentukan kelulusan

 

 Pasal 6

KEHADIRAN

 

  1. Pencatatan kehadiran siswa dilakukan setelah siswa memakai pakaian kerja dan atau menggunakan tanda tangan
  2. Pencatatan kehadiran dilaksanakan oleh instruktur praktek atau yang mewakili
  3. Keterlambatan hadir dikenai sangsi yang besarnya disesuaikan dengan tingkat keterlambatan

 

  Pasal 7

PRINSIP DAN JENIS SANGSI TERHADAP PELANGGARAN

 

  1. Setiap siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib dan peraturan praktek akan dikenai sangsi sesuai dengan jenis dan bobot pelanggaran.
  2. Jenis sangsi           :
    1. WAJIB LAPOR
    2. Denda alat/kerja lembur
    3. JAM MINUS  yaitu jam ketidakhadiran siswa dalam mengikuti praktek sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan bukan kompensasi/hukuman/denda  atas kerusakan/kehilangan alat atau mesin
    4. KOMPENSASI  yaitu waktu wajib praktek yang ditambahkan sebagai sangsi  dan harus dibayar dengan wajib kerja praktek dengan satuan terkecil 0,5 jam. Jika selama waktu libur digunakan untuk wajib praktek dan ternyata tidak cukup untuk mengganti jam yang ditinggalkan maka sisa kompensasi harus dibayar dengan penggantian alat atau pekerjaan lain yang mendidik.
    5. Peringatan lisan
    6. Peringatan tertulis
    7. Pencabutan hak untuk mengikuti praktek (dikeluarkan/dikembalikan ke sekolah)
    8. Daftar tentang jumlah jam minus dan kompensasi dapat dilihat pada papan pengumuman setiap 2 minggu.

 

 

 

 

 

 

Pasal 8

PELANGGARAN TATA TERTIB DAN SANGSINYA

 

  1. KETERLAMBATAN HADIR

Keterlambatan hadir pada jam teori maupun praktek dikenai sangsi jam minus yang dirinci sbb :

  1. Keterlambatan 16 s/d 20 menit dikenai sangsi dari Instruktur
  2. Keterlambatan 20 s/d 30 menit dikenai sangsi dari Kepela Program TKR
  3. Keterlambatan diatas 30 menit siswa tersebut di SERAHKAN kepada petugas BP/ BK untuk di proses.  
  4. Keterlambatan dengan ijin sebelumnya dan disertai alasan yang logis dikenai jam minus yang besarnya sama dengan waktu yang ditinggalkan (1 hari jam minus untuk ijin 1 hari)
  5. Berkaitan dengan pasal 8 ayat 1c, siswa yang bersangkutan di ijinkan mengikuti praktek pada hari itu dengan membawa REKOMENDASI mengikuti praktek dari GURU BP / BK.
  6. KETIDAKHADIRAN
    1. Ketidakhadiran yang direncanakan harus diajukan paling lambat 1 hari sebelumnya kepada instruktur yang bersangkutan dengan menggunakan PERMOHONAN IJIN TIDAK MASUK ( F_ijin_sis)
    2. Ketidakhadiran yang diijinkan dikenai jam minus yang besarnya sama dengan waktu yang ditinggalkan dengan pembulatan ke atas.
    3. Ketidakhadiran karena sakit yang diperkuat dengan surat keterangan dokter dikenakan jam minus ½ dari jumlah jam yang ditinggalkan.
    4. Ketidakhadiran TANPA IJIN dikenakan jam minus yang besarnya 3 x waktu praktek yang ditinggalkan dengan pembulatan keatas.
    5. Ketidakhadiran berturut-turut selama 3 HARI TANPA KETERANGAN/PEMBERITAHUAN kepada instruktur dan atau wali kelas maka siswa yang bersangkutan dicabut haknya untuk mengikuti praktek (dikeluarkan) sampai siswa yang bersangkutan menyelesaikan/melunasi  jam minus.
  7. MERUSAK/MENGHILANGKAN FASILITAS/BARANG MILIK BENGKEL
    1. Siswa yang tanpa sengaja menyebabkan rusaknya  barang  milik bengkel maka dikenai sangsi  berupa kompensasi yang besarnya ditentukan berdasarkan  kesepakatan antara kelompok kerja praktek  dengan instruktur 
    2. Siswa yang dengan sengaja merusak barang milik bengkel dikenai sangsi pencabutan hak mengikuti praktek dan yang bersangkutan dikenai sangsi penggantian alat yang rusak (F_kompen_ALAT)
    3. Menghilangkan barang milik bengkel menyebabkan siswa/kelompok kerja dikenakan sangsi denda yang besarnya ditentukan oleh jurusan.
    4. Hal-hal lebih lanjut dapat dilihat pada  Instruksi Kerja Penanganan Kerusakan/Kehilangan alat (IK_KTS_SIS)
    5. Kehilangan barang yang bukan milik Bengkel selama praktek maka kelompok kerja wajib mengganti yang nilainya ½ dari nilai barang yang hilang.

 

 

  1. PELANGGARAN PERATURAN PAKAIAN  PRAKTEK, RAMBUT ,KUKU & HAND PHONE, dan  ATRIBUT ILEGAL     
    1. Siswa yang tidak memakai seragam sebagaimana yang ditetapkan bengkel maka siswa yang bersangkutan  DILARANG mengikuti praktek
    2. Ketidaktaatan terhadap potongan rambut, kuku dan atribut ilegal lain akan dilakukan penertiban pada saat itu dan yang bersangkutan dikenakan jam minus sebesar waktu penertiban
    3. Siswa yang memakai atribut/aksesoris yang bukan atribut sekolah maka dilakukan penertiban dan atau penyitaan kemudian yang bersangkutan diberi peringatan
    4. Siswa DILARANG menggunakan/bermain HP pada saat kegiatan praktek/KBM berlangsung tanpa seijin instruktur/toolman
    5. Siswa yang bermain HP pada saat jam praktek berlangsung maka dilakukan peringatan dan apabila diperlukan dilakukan PENERTIBAN/PENYITAAN sementara sampai batas waktu yang tidak di tentukan hingga siswa yang bersangkutan benar-benar tertib atau perubahan yang lebih baik.
  2. BERKELAHI, BERBUAT ASUSILA  dan sejenisnya
    1. Siswa yang terlibat PERKELAHIAN dengan alasan apapun dan diketahui staff instruktur maka  yang bersangkutan dikenai sangsi pencabutan hak mengikuti praktek/pelatihan (dikeluarkan)
    2. Siswa yang terbukti menyebarkan/memutar GAMBAR/VIDEO PORNO dilingkungan sekolah dengan alasan apapun maka yang bersangkutan diberikan peringatan dan atau pemanggilan orang tua, dan bila diperlukan dikeluarkan dari sekolah
    3. Terkait dengan pasal 8 point 5b  maka HP yang bersangkutan ditahan sekurang-kurangnya  2 BULAN sampai batas waktu yang tidak ditentukan
    4. Siswa yang terbukti melakukan perbuatan  ASUSILA  & SEJENISNYA  maka yang bersangkutan diberikan peringatan dan bila diperlukan dicabut haknya untuk mengikuti pelajaran/praktek atau dikembalikan ke orangtuanya
  3. MEMPUNYAI JAM MINUS DAN ATAU KOMPENSASI PADA AKHIR TAHUN AJARAN
    1. Tidak mempunyai jam minus pada akhir tahun ajaran adalah salah satu syarat untuk kelulusan mata diklat produktif
    2. Dalam liburan maka siswa yang bersangkutan diwajibkan melakukan kerja lembur guna membayar jam minus dan atau kompensasi sampai lunas
    3. Bila kerja lembur tidak cukup untuk membayar jam minus maka siswa yang bersangkutan dikenakan sangsi berupa peminjaman alat atau pekerjaan lain yang bersifat mendidik
  4. MEMPUNYAI JAM MINUS MAKSIMAL
    1. Jam minus maksimal yang masih berlaku bagi siswa untuk mengikuti praktek adalah 15 jam atau setara dengan 3 hari untuk kelas 1 dan 2 serta 18  jam  setara dengan 3 hari untuk kelas 3
    2. Jika jumlah jam minus maksimum tersebut terlampaui maka yang bersangkutan diberikan peringatan tertulis serta diwajibkan untuk kerja lembur guna melunasi/mengurangi jam minus tersebut

 

 

 

Pasal 9

PELAKSANAAN SANGSI JAM MINUS

 

  1. JAM MINUS DAN ATAU KOMPENSASI
    1. Pelaksanaan sangsi jam minus dan atau kompensasi diatur sesuai dengan keadaan bengkel/ruang dan kesepakatan dengan instruktur mata diklat
    2. Sebelum melakukan kerja lembur guna membayar jam minus atau kompensasi maka siswa mendaftarkan diri kepada instruktur untuk memperoleh ijin
    3. Siswa yang memiliki jam minus dan atau kompensasi sewaktu-waktu dapat diwajibkan oleh instruktur untuk melaksanakan kerja lembur guna membayar jam minus atau kompensasi
  2. DENDA PENGGATIAN ALAT
    1. Sangsi yang berupa kompensasi kerusakan/kehilangan alat harus dilunasi yang besarnya sesuai dengan keputusan bersama antara kelompok kerja dan instruktur dalam F_KOMPEN_ALAT
    2. Bagi siswa/kelompok kerja yang tidak melaksanakan sangsi kompensasi maka yang bersangkutan diberikan peringatan tertulis sampai dilaksanakan kompensasi penggantian alat
    3. Ketidaktaatan akan point a dan b akan dikenakan peringatan yang kedua dan  jika dirasakan perlu maka yang bersangkutan di non aktifkan dari kegiatan belajar mengajar  produktif maupun yang lain.
    4. Sangsi penggantian alat pada kelompok kerja/praktek dimaksudkan untuk mendidik agar ada rasa tanggungjawab bersama dalam bekerja serta disiplin alat/mesin

 

Pasal 10

PENEGAK ATURAN

 

  1. Aturan diterapkan dan ditegakkan secara kolektif serta dikoordinasikan oleh semua komponen Program Keahlian
  2. Komponen Program  Keahlian yang dimaksud adalah : Kepala Program, Kepala Bengkel, Wali Kelas, Instruktur/guru,Toolman dan komponen lain yang mendukung

 

Demikian Instruksi Kerja ini di buat untuk di pahami dan di taati bersama semua siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan apabila ada ketidaksesuaian maka akan direvisi sebagaimana mestinya.